Showing posts with label Knowledge. Show all posts
Showing posts with label Knowledge. Show all posts

Monday, August 11, 2008

Vsat

VSAT adalah singkatan dari Very Small Aperture Terminal adalah stasiun penerima sinyal dari satelit dengan antena penerima berbentuk piringan dengan diameter kurang dari tiga meter. Fungsi utama dari VSAT adalah untuk menerima dan mengirim data ke satelit. Satelit berfungsi sebagai penerus sinyal untuk dikirimkan ke titik lainnya di atas bumi. Sebenarnya piringan VSAT tersebut menghadap ke sebuah satelit geostasioner. Satelit geostasioner berarti satelit tersebut selalu berada di tempat yang sama sejalan dengan perputaran bumi pada sumbunya. Satelit geostasioner mengorbit selalu pada titik yang sama di atas permukaan bumi, maka dia akan selalu berada di atas sana dan mengikuti perputaran bumi pada sumbunya.


Mengirim Dan Menerima Data

Mendapatkan data Internet dari setelit sama saja dengan mendapatkan sinyal televisi dari satelit. Data dikirimkan oleh satelit dan diterima oleh decoder pada sisi pelanggan. Data yang diterima dan yang hendak dikirimkan melalui VSAT harus di-encode dan di-decode oleh encoder dan decoder terlebih dahulu. Satelit Telkom-1 menggunakan C-Band (4-6 GHz). Selain C-Band ada juga Ku-Band. Namun C-Band lebih tahan terhadap cuaca dibandingkan dengan KU-Band. Satelit ini menggunakan frekuensi yang berbeda antara menerima dan mengirim data. Intinya, frekuensi yang tinggi digunakan untuk uplink (5,925 sampai 6,425 GHz), frekuensi yang lebih rendah digunakan untuk downlink (3,7 sampai 4.2 GHz).

Sistem ini mengadopsi teknologi TDM dan TDMA. Umumnya konfigurasi VSAT adalah seperti bintang. Piringan yang ditengah disebut hub dan melayani banyak piringan lainnya yang berlokasi di tempat yang jauh. Hub berkomunikasi dengan piringan lainnya menggunakan kanal TDM dan diterima oleh semua piringan lainnya. Piringan lainnya mengirimkan data ke hub menggunakan kanal TDMA. Dengan cara ini diharapkan dapat memberikan koneksi yang baik untuk hubungan data, suara dan fax. Semua lalu lintas data harus melalui hub ini, bahkan jika suatu piringan lain hendak berhubungan dengan piringan lainnya. Hub ini mengatur semua rute data pada jaringan VSAT.

Frame TDM selalu berukuran 5.760 byte. Setiap frame memiliki 240 sub-frame. Setiap sub-frame adalah 24 byte. Panjang waktu frame tergantung pada data rate outbound yang dipilih. TDMA selalu pada 180 ms. TDMA disinkronisasi untuk memastikan bahwa kiriman data yang berasal dari stasiun yang berbeda tidak bertabrakan satu dengan yang lainnya.

Pendapat umum mengatakan bahwa koneksi dengan satelit adalah koneksi yang paling cepat. Kenyataanya adalah tidak. Waktu yang dibutuhkan dari satu titik di atas bumi ke titik lainnya melalui satelit adalah sekitar 700 milisecond, sementara leased line hanya butuh waktu sekitar 40 milisecond. Hal ini disebabkan oleh jarak yang harus ditempuh oleh data yaitu dari bumi ke satelit dan kembali ke bumi. Satelit geostasioner sendiri berketinggian sekitar 36.000 kilometer di atas permukaan bumi.

Perangkat

Terminal Antena Sangat Kecil adalah alat di stasiun bumi dan digunakan untuk mengirim serta menerima pancaran frekwensi daripada satelit. Antena VSAT berukuran lebih kurang 2 hingga 10 kaki (0.55-12 m) dipasang di atap ,dinding atau atas tanah dan pemilihan besar kecilnya antena sangat tergantung pada jenis frekuensi (misalnya C band atau Ku band) yang akan digunakan.

Komponen

Komponen VSAT, terdiri dari:

  • .Unit Luar (Outdoor Unit (ODU)):
    1. Antena/dish/parabola ukuran 2 hingga 4 kaki (0.55-2.4 m), yang dipasang pada atap, dinding atau di tanah.
    2. BUC (Block Up Converter), yang menghantarkan sinyal informasi ke satelit.Juga sering disebut sebagai Transmitter (Tx).
    3. LNB (Low Noise Block Up), yang menerima sinyal informasi dari satelit. Juga sering disebut sebagai Receiver (Rx).
  • Unit Dalaman (Indoor Unit (IDU)):
    1. Modem (Modulator / Demodulator), sebuah alat dipanggil Return Channel Satellite Terminal yang menyambungkan dari unit luar dengan IFL kabel berukuran panjang tidak lebih 50 meter.
    2. IFL (Inter Facility Link). Merupakan media penghubung antara ODU & IDU. Fisiknya biasanya berupa kabel dengan jenis koaksial dan biasanya menggunakan konektor jenis BNC (Bayonet Neill-Concelman).
  • Satelit
    1. Merupakan alat di orbit bumi khusus untuk menerima/ menghantar maklumat secara nirkabel, berkomunikasi melalui frekuensi radio.
menggunakan Satelit Telkom 2 (Indonesia) digunakan untuk Depdagri, dengan teknologi C band yang lebih tahan dengan cuaca di Indonesia (berhubungan dengan masalah curah hujan yang cukup tinggi di Indonesia). Menggunakan Komunikasi 2 arah, menerima dan menghantar isyarat. Daerah yang dipasang VSAT dikenali sebagai remote terminal, dikawal oleh hub station. Semua isyarat dari satelit dikirim ke hub terlebih dahulu sebelum dikirim kembali ke terminal remote lain, yaitu Propinsi / Kabupaten.
  • Kapasitas muat turun (download) ialah 1 Mbps tetapi boleh dinaiktaraf sehinga mencapai 45 Mbps**
  • Kapasitas muat naik (upload) pula ialah 128 Kbps tetapi boleh dinaiktaraf sehinga mencapai 1.1 Mbps**
  • Kontrak perjanjian SchoolNet hanya 1 Mbps muatturun dan 128 Kbps muatnaik

Kedudukan Satelit

Jenis-jenis satelit bergantung kepada kedudukannya dengan permukaan bumi.

Ada 4 jenis satelit :

  • GEO -Geostationary (geo-synchronous) earth orbit
  • MEO -Medium earth orbit
  • LEO - Low earth orbit
  • HEO -Highly elliptical orbit

Keunggulan dan kekurangan

Keunggulan VSAT:

  • Pemasangannya cepat.
  • Jangkauan terjauh dapat mencapai setengah permukaan bumi.

Kekurangan VSAT:

  • Koneksinya rentan terhadap gangguan cuaca (terhadap molekul air).
  • Memakan tempat, terutama untuk piringannya.

source : id.wikipedia.org

Read More......

Sunday, August 10, 2008

Blue Gene

.
Blue Gene
adalah sebuah arsitektur komputer yang dirancang untuk menciptakan beberapa superkomputer generasi berikut, yang dirancang untuk mencapai kecepatan operasi petaflop (1 peta = 10 pangkat 15), dan pada 2005 telah mencapai kecepatan lebih dari 100 teraflop (1 tera = 10 pangkat 12). Blue Gene merupakan proyek antara Departemen Energi Amerika Serikat (yang membiayai projek ini), industri (terutama IBM), dan kalangan akademi. Ada lima projek Blue Gene dalam pengembangan saat ini, di antaranya adalah Blue Gene/L, Blue Gene/C, dan Blue Gene/P.


Blue Gene/L

Arsitektur Blue Gene/L

Arsitektur Blue Gene/L

Komputer pertama dalam seri Blue Gene. Blue Gene/L dikembangkan melalui sebuah "partnership" dengan Lawrence Livermore National Laboratory menghabiskan biaya AS$100 juta dan direncanakan dapat mencapai kecepatan ratusan TFLOPS, dengan kecepatan puncak teoritis 360 TFLOPS. Ini hampir sepuluh kali lebih cepat dari Earth Simulator, superkomputer tercepat di dunia sebelum Blue Gene. Pada Juni 2004, dua prototipe Blue Gene/L masuk dalam peringkat 500 besar superkomputer berada dalam posisi ke-4 dan ke-8.

Pada 29 September 2004 IBM mengumumkan bahwa sebuah prototipe Blue Gene/L di IBM Rochester (Minnesota) telah menyusul Earth Simulator NEC sebagai komputer tercepat di dunia, dengan kecepatan 36,01 TFLOPS, mengalahkan Earth Simulator yang memiliki kecepatan 35,86 TFLOPS. Mesin ini kemudian mencapai kecepatan 70,72 TFLOPS.

Pada 24 Maret 2005, Departemen Energi AS mengumumkan bahwa Blue Gene/L memecahkan rekor komputer tercepat mencapai 135,5 TFLOPS. Hal ini dimungkinkan karena menambah jumlah rak menjadi 32 dengan setiap rak berisi 1.024 node komputasi. Ini masih merupakan setengah dari konfigurasi final yang direncanakan mencapai 65.536 node.

Pada 27 Oktober, 2005, Lawrence Livermore National Laboratory dan IBM mengumumkan bahwa Blue Gene/L sekali lagi telah menciptakan rekor dengan mengalahkan rekornya sendiri setelah mencapai kecepatan 280.6 TFLOPS.

source : http://id.wikipedia.org

Read More......

SuperComputer

Superkomputer adalah sebuah komputer yang memimpin di dunia dalam kapasitas proses, terutama kecepatan penghitungan, pada awal perkenalannya. Superkomputer diperkenalkan pada tahun 1960-an, didesain oleh Seymour Cray di Control Data Corporation (CDC), memimpin di pasaran pada tahun 1970an sampai Cray berhenti untuk membentuk perusahaanya sendiri, Cray Research.

Dia kemudian mengambil pasaran superkomputer dengan desainnya, dalam keseluruhan menjadi pemimpin superkomputer selama 25 tahun (1965-1990). Pada tahun 1980an beberapa pesaing kecil memasuki pasar, yang bersamaan dengan penciptaan komputer mini dalam dekade sebelumnya. Sekarang ini, pasar superkomputer dipegang oleh IBM dan HP, meskipun Cray Inc. masih menspesialisasikan dalam pembuatan superkomputer.


Penggunaan

Superkomputer digunakan untuk tugas penghitungan-intensif seperti prakiraan cuaca, riset iklim (termasuk riset pemanasan global, pemodelan molekul, simulasi fisik (seperti simulasi kapal terbang dalam terowongan angin, simulasi peledakan senjata nuklir, dan riset fusi nuklir), analisikrip, dll. Militer dan agensi sains salah satu pengguna utama superkomputer.

Desain

Superkomputer biasanya unggul dalam kecepataan dari komputer biasa dengan menggunakan desain inovatif yang membuat mereka dapat melakukan banyak tugas secara paralel, dan juga detail sipil yang rumit. Komputer ini biasanya menspesialisasikan untuk penghitungn tertentu, biasanya penghitungan angka, dan dalam tugas umumnya tidak bagus hasilnya. Hirarki memorinya didesain secara hati-hati untuk memastikan prosesornya tetap menerima data dan instruksi setiap saat; dalam kenyataan, perbedaan performa dengan komputer biasa terletak di hirarki memori dan komponennya. Sistem I/Onya juga didesain supaya bisa mendukung bandwidth yang tinggi.

Seperti dengan sistem paralel pada umumnya, hukum Amdahl berlaku, dan superkomputer didesain untuk menghilangkan serialisasi software, dan menggunakan hardware untuk mempercepat leher botol.

Superkomputer tercepat

Per November 2005, 61% dari 500 superkomputer tercepat berada di Amerika Serikat disusul oleh Britania Raya (8,2%), Jerman (4,8%), Jepang (4,2%), Republik Rakyat Tiongkok (3,4%), Australia (2,2%), Israel (1,8%), Prancis (1,6%), Korea Selatan (1,4%), Italia (1,2%) dan Kanada (1,2%).

43,8% dari 500 superkomputer tercepat tersebut dibuat oleh IBM diikuti oleh Hewlett-Packard (33,8%), Cray (3,6%), SGI (3,6%), Dell (3,4%), Linux Network (3,2%), NEC (1,2%), Atipa Technology (1%), buatan sendiri (1%) dan Hitachi (1%).

Raksasa prosesor dunia Intel masih memimpin dengan prosesor Intel IA-32 yang dipakai 41,2% dari 500 superkomputer tercepat tersebut diikuti oleh Intel EM64T (16,2%), Power (14,6%), AMD x86-64 (11%), Intel IA-64 (9,2%), PA-RISC (3,4%) dan Cray (1,6%).

Sebanyak 72,2% dari 500 superkomputer tersebut menggunakan sistem operasi Linux, selebihnya menggunakan AIX (8,8%), HP-UNIX (6,2%), CNK/Linux (3,6%), UNICOS (2,8%), MacOS X (1%) dan SuSE Linux 9 (1%).


Source : http://id.wikipedia.org


Read More......

Friday, January 18, 2008

A Screaming


Surat kabar berbahasa Finnish yang berjudul 'Ammennusatia' pernah lama ini mengungkap kejadian yang misterius. Disebutkan satu tim geologi yang menangani penggalian lubang dengan kedalaman 14,4 Km pada kerak bumi di Siberia (negara pecahan Uni Soviet) mengaku telah mendengar jeritan manusia dari perut bumi. Para ilmuwan khawatir bahwa mereka telah meloloskan suatu 'kekuatan jahat' ke atas permukaan bumi.

"Informasi yang kami kumpulkan sangat mengejutkan. Kami benar-benar khawatir apa yang mungkin kami dapatkan di bawah" jelas Dr. Dmitri Azzacov, manajer proyek di pinggiran kota Siberia. Hal lain yang mengejutkan adalah temperature tinggi yang ada di dalam putaran bumi. Perhitungan menunjukkan bahwa temperatur mencapai 1,100 derajat Celcius atau diatas 2,000 derajat Fahrenheit'. Dr. Azzacov juga menyatakan ini lebih jauh dari yang diperkirakan, kelihatan hampir mirip api neraka yang dahsyat di pusat bumi.

Lebih lanjut, Dr. Azzacov menceritakan, saat itu mesin bor dalam proyek penggalian ini tiba-tiba berputar dengan cepat ketika telah mencapai ruang kosong yang besar di perut bumi. Sensor temperatur juga menunjukkan kenaikan yang sangat dramatis.



Penemuan terakhir paling mengejutkan, sehingga para peneliti takut untuk meneruskan proyek tersebut. "Kami mencoba untuk mendengarkan pergerakan bumi pada jeda waktu tertentu dengan menggunakan microphone supersensitif yang dimasukan ke dalam lubang. Apa yang kami dengar telah menghancurkan pemikiran logis para ilmuwan. Suara itu kadang melemah, tapi bernada tinggi yang mana kami kira datangnya dari peralatan kami," tandas Dr.Azzacov.

Setelah melalui penyetelan, mereka mengerti bahwa suara-suara tersebut dari dalam bumi. Mereka mendekatkan microphone yang dirancang untuk mendeteksi suara dari gerakan lempeng bumi ke dasar lubang, tapi bukannya gerak lempeng yang didengar, melainkan suara jeritan manusia. "Kami hampir tidak percaya dengan telinga kami sendiri. Kami mendengar suara jeritan manusia yang kesakitan. Meskipun satu suara bisa dibedakan, kami mendengar ribuan mungkin jutaan suara, sebagai latar belakang, jeritan jiwa yang menderita, setelah penemuan yang mengerikan ini, hampir separuh ilmuwan berhenti dikarenakan takut. Diharapkan, apa yang ada di bawah akan tetap disana," imbuhnya.

Selain suara aneh, hal lain yang membingungkan adalah penampakkan pada malam yang sama, yakni ke luar gas bercahaya yang berbentuk kepala, pancaran yang menyembur keluar dari lubang galian dan kabut awan bercahaya yang berbentuk pilar, muncul satu makhluk bersayap yang mengatakan dalam bahasa Rusia "Aku telah menang", memuliakan langit Siberia yang gelap.

"Kejadian tersebut sangatlah tidak masuk akal. Orang Soviet menjerit dalam ketakutan," tutur Mr. Bjarne Nummedal, geolog, salah seorang saksi mata. Sampai malam, ia melihat petugas ambulan mondar-mandir di lokasi. Seorang supir menceritakan bahwa orang yang melihat kejadian tersebut diperintahkan untuk menenangkan diri dengan obat penghapus ingatan jangka pendek. Obat tersebut biasanya digunakan untuk menangani korban trauma.

"Sebagai seorang komunis, saya tidak percaya surga atau Bible, tapi sebagai ilmuwan saya sekarang percaya adanya neraka," demikian tutur Dr Azzacov. "Tak perlu dikatakan kami begitu terkejut atas penemuan ini. Tapi kami tahu apa yang kami lihat dan apa yang kami dengar, dan kami sangat yakin bahwa kami telah menembus gerbang neraka!," lanjutnya.

Dugaan Dr. Azzacov bahwa suara yang didengarnya adalah jeritan mahluk di neraka boleh jadi benar. Karena meskipun eksistensi neraka berada di dimensi lain, sekali-kali ia akan diperlihatkan kepada manusia sebagai tanda peringatan. Bisa juga suara itu hanyalah efek dari getaran ruang lubang yanng sangat dalam di bawah bumi. Semua terserah penilaian anda, tapi banyak ilmuwan meragukannya.

Source : http://www.kaskus.us

Read More......

Friday, January 11, 2008

10 Golden Lessons from Albert Einstein



Albert Einstein was an amazing physicist. He figured out so many universal principles and equations that he was way ahead of his fellow scientists at any point of time. But he is also remembered for another thing; a quality which made people call him a genius: his words.


Here are 10 things out of the numerously wonderful things he had said; 10 golden lessons that you can put to use in your everyday life.





1. A person who never made a mistake never tried anything new.


2. Education is what remains after one has forgotten what one has learned in school.


3. I am enough of an artist to draw freely upon my imagination. Imagination is more important than knowledge. Knowledge is limited. Imagination encircles the world.


4. The secret to creativity is knowing how to hide your sources.


5. The value of a man should be seen in what he gives and not in what he is able to receive. Try not to become a man of success, but rather try to become a man of value.


6. There are two ways to live: you can live as if nothing is a miracle; you can live as if everything is a miracle.


7. When I examine myself and my methods of thought, I come to the conclusion that the gift of fantasy has meant more to me than any talent for abstract, positive thinking.


8. In order to be an immaculate member of a flock of sheep, one must above all be a sheep oneself.


9. You have to learn the rules of the game. And then you have to play better than anyone else.


10. The important thing is not to stop questioning. Curiosity has its own reason for existing.




source : http://www.business-opportunities.biz




Read More......

Saturday, December 8, 2007

IIX (Indonesia Internet Exchange)

Pertumbuhan jaringan internet di Indonesia, sekalipun masih dalam tahap awal dan belum memasyarakat seperti halnya di negara-negara maju, menunjukkan trend yang sangat positif. Potensi penggunanya yang begitu besar dari penduduk Indonesia yang pada saat ini (Juli 1997) berjumlah sekitar 200 juta jiwa tidak dapat diabaikan begitu saja. Pemerintah telah mengeluarkan 41 ijin prinsinp kepada berbagai perusahaan yang berminat untuk menyelenggarakan jasa internet ini.


Untuk mengembangkan pasar yang besar ini, salah satu prasyarat adalah dibentuknya suatu interkoneksi nasional antar penyelenggara jasa internet (PJI) di Indonesia, sehingga pelanggan dari satu PJI dapat dengan mudah dan murah berkomunikasi dengan pelanggan PJI yang lain yang berada di Indonesia. Tanpa adanya interkoneksi nasional ini, kecepatan lalu lintas informasi antar PJI di Indonesia akan sepenuhnya tergantung pada interkoneksi internet di luar negeri, yang tidak sepenuhnya dapat dikendalikan oleh PJI Indonesia.
Dengan adanya tulang punggung lalu lintas informasi nasional yang pengembangannya dapat dikelola oleh PJI Indonesia, berbagai manfaat yang dapat diperoleh antara lain:
• Merupakan jalur yang relatif lebih murah dibandingkan dengan menggunakan tulang punggung jaringan internet di negara lain (yang tentunya ingin mengambil keuntungan dari penggunaan fasilitasnya).
• Merupakan jalur alternative bagi sebuah PJI apabila jalur koneksi ke internet yang dimiliknya (langsung ke luar negeri) mengalami masalah.
• Lebar pita (bandwidth) yang tinggi antar PJI Indonesia akan memberikan insentif bagi penyedia informasi (content provider) menempatkan asis datanya di Indonesia, baik bagi penyedia informasi local maupun internasional.
• Interkoneisi nasional ini dpat dimanfaatkan untuk layanan-layanan bafu yang membutuhkan lebar pita yang tinggi, yang mungkin dapat direalisir apabila mengandalkan interkoneksi melalui negara lain yang biayanya relatif tinggi.
Pada saat ini konektifitas PJI ke internet melalui INP Indosat, sebagian melalui
INP Satelindo, sebagian terhubung langsung super ISP di luar negeri. Secara teknis sudah ada interkoneksi antar pelanggan INP Indosat melalui Indosat dan antar pelanggan INP Satelindo melalui Satelindo. Meski demikian beluma ada inisiatif untuk membuat interkoneksi nsaional.
Untuk membentuk interkoneksi nasioanl ini, APJII berinisiatif meluncurkan program Indonesia Internet Exchange (IIX), yang diharapkan dapat dijadikan titik awal pengembangan lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan internet di Indonesia.

Tujuan

Tujuan program IIX adalah membentuk jaringan interkoneksi nasional yang memilikai kemampuan dan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan yang ada, untuk digunakan oleh setiap Penyelenggara Jasa Internet yang memiliki ijin beroperasi di Indonesia.
Pada saat ini program IIX tidak mempunyai tanggal berakhirnya program secara keseluruhan, melainkan dibagi atas tahapan-tahapan yang akan dikembangkan secara terus-menerus.


sumber : http://www.iix.net.id

Read More......

Thursday, November 22, 2007

AMD HyperTransport™ Technology


HyperTransport technology is a high-speed, low latency, point-to-point link designed to increase the communication speed between integrated circuits in computers, servers, embedded systems, and networking and telecommunications equipment up to 48 times faster than some existing technologies.

HyperTransport technology helps reduce the number of buses in a system, which can reduce system bottlenecks and enable today's faster microprocessors to use system memory more efficiently in high-end multiprocessor systems.

HyperTransport technology is designed to:

  • Provide significantly more bandwidth than current technologies
  • Use low-latency responses and low pin counts
  • Maintain compatibility with legacy PC buses while being extensible to new SNA (Systems Network Architecture) buses
  • Appear transparent to operating systems and offer little impact on peripheral drivers
HyperTransport technology was invented at AMD with contributions from industry partners and is managed and licensed by the HyperTransport Technology Consortium, a Texas non-profit corporation.

The full specification and more information about HyperTransport technology can be found at the HyperTransport web site.

HyperTransport is a licensed trademark of the HyperTransport Technology Consortium.


source : amd.com

Read More......

ATI CrossFire


CrossFire was first made available to the public on September 27, 2005.[1]

The system requires a CrossFire-compliant motherboard with a pair of PCI Express (PCIe) graphics cards, which can be enabled via either hardware or software. Radeon x800s, x850s, x1800s and x1900s come in a 'CrossFire Edition' that has 'master' capability built into the hardware. One must buy a Master card, and pair it with a normal card from the same series. Radeon x1300s and x1600s have no 'CrossFire Edition' but are enabled via software. ATI currently has not created the infrastructure to allow FireGL cards to be set up in a CrossFire configuration. Another point to note is that the 'slave' graphics card needs to be from the same family as the 'master', regardless of whether the 'master' is designated by the hardware or by software.

An example of a past limitation in regard to a Master-card configuration would be the CrossFire implementation in the Radeon X850 XT Master Card using a compositing chip from Silicon Image (SiI 163B TMDS) which limits a X850 CrossFire setup to a resolution of 1600×1200 @60 Hz or 1920×1440 @52 Hz and was a problem for some CRT owners wishing to use CrossFire to play games at high resolutions. As many people would find a 60 Hz refresh rate with a CRT to strain ones eyes, the practical limit becomes 1280×1024, which did not push CrossFire enough to justify the cost.

However, with ATI's release of "CrossFire Xpress 3200" motherboard chipset, the 'master' card is no longer required for every "CrossFire Ready" card (with the exception of the Radeon X1900 series). With the CrossFire Xpress 3200, two normal cards can be run in a Crossfire setup. This move is viewed as an overall improvement in market strategy due to the fact that Crossfire Master cards are expensive, in very high demand, and largely unavailable at the retail level.

Although the CrossFire Xpress 3200 chipset is indeed capable of CrossFire through the PCI-e bus for every Radeon series below the X1900s, the driver accommodations for this CrossFire method has not yet materialized for the X1800 series. ATI has said that future revisions of the Catalyst driver suite will contain what is required for X1800 dongleless CrossFire, but has not yet mentioned a specific date.

With the release of the Radeon X1950 Pro (RV570 GPU), ATI has revised CrossFire's connection infrastructure to further eliminate the need for past Y-dongle/Master card and slave card configurations for CrossFire to operate. ATI's CrossFire connector is now a ribbon like connector attached to the top of each graphics adapter, similar to nVidia's SLi bridges, but different in physical and logical natures.

Since the release of the codenamed Spider desktop platform from AMD on November 19, 2007, the CrossFire setup sees update with the maximum four video card support with the 790FX chipset, the CrossFire branding was then changed to "ATI CrossFire X". The setup, according to AMD's internal testing, will bring at least 3.2x performance increase in several games and applications which required massive graphics capabilities of the computer system, the setup is targeted to the enthusiast market. Later developments include a dual GPU solution to be released early 2008, the "ATI Radeon HD 3870 X2", featuring a CrossFire bridge directly included on the PCB circuitry, with one CrossFire connector for dual card, four GPU scalability. MSI and AMD have acknowledged that the Radeon HD 3870 X2 will support four card CrossFire, to reach octagonal GPU scalability.

Source : wikipedia

Read More......

nVIDIA SLI (Scalable Link Interface)


Setelah 13 tahun malang-melintang di dunia komputer, nVidia memang layak menjadi raja teknologi. Berbagai teknologi grafis telah dilahirkan perusahaan yang berbasis di Santa Clara, California, Amerika Serikat, ini. Era 2000-an menjadi awal penjelajahan si cantik Nalu ke dunia motherboard. Beberapa chipset yang dibuat untuk berpasangan dengan AMD dipersembahkan nVidia kepada publik, mulai nForce, nForce2, nForce3, hingga nForce4 yang merupakan besutan terakhir perusahaan ini. nVidia tampaknya menjadi salah satu perusahaan yang dibayang-bayangi mitos "produk angka genap lebih baik ketimbang produk ganjil". Kesuksesan nForce2 juga merambah sudut-sudut perkotaan kembali diikuti nForce4.

Melihat permitaan konsumen yang menuntut penerapan teknologi baru pada setiap produk komputer, nVidia terus memutar otak untuk lebih bersaing di pasar dunia. Setelah mengakuisisi kompetitornya, 3dfx, dan menerapkan teknologi multi GPU, kali ini nVidia menggebrak dengan meningkatkan kinerja dual VGA besutannya. Lupakan SLI, nVidia sekarang hadir dengan teknologi baru SLI x16.

Hingga saat ini, masih banyak orang yang belum sepenuhnya memahami SLI. Scalable Link Interface (SLI) merupakan penggabungan dua Graphics Processing Unit (GPU) yang bekerja sama untuk mengolah satu citra. Secara umum, SLI laksana keter air yang dipanaskan dua tungku api. Otomatis pemanasan dengan dua tungku akan membuat air di dalam ketel lebih cepat panas ketimbang dengan satu tungku. Namun bukan berarti waktu yang dibutuhkan menjadi dua kali lebih cepat. Kemampuan air menyerap panas dan bahan pembuat ketel merupakan faktor yang mempengaruhi seberapa cepat air akan mendidih. Jumlah tungku yang digunakan tentu berpengaruh, namun bukan satu-satunya faktor penentu.

Kondisi yang sama juga terjadi pada SLI. Dengan menggabungkan dua GPU, Anda belum tentu mendapat performa grafis dua kali lipat lebih baik. Banyak faktor yang mempengaruhinya, semisal jalur-jalur yang menghubungkan dua GPU dengan CPU, kemampuan program yang digunakan serta berbagai faktor lainnya. Jalur GPU-CPU biasa disebut sebagai lane. Jika SLI menyediakan jalur untuk GPU sebanyak 16 lane, maka penggunaan dua GPU mengharuskan membagi lane, masing-masing 8 jalur. Jalur sebanyak ini mungkin cukup memadai untuk VGA kelas generik. Namun untuk VGA kelas premium, 8 jalur tentu saja tidak cukup. Bila jalur yang menuju VGA bisa ditingkatkan, kemampuan VGA akan lebih optimal dan menghasilkan performa yang lebih tinggi.

Kondisi ini membuat nVidia menggagas SLI x16 untuk mengembangkan kemampuan SLI. Delapan jalur ditambahkan pada masing-masing kartu grafis sehingga satu VGA mendapat 16 lane. Bandwidth pun meningkat menjadi sekitar 40GB/detik, hampir sama dengan satu VGA nVidia seri 7 yang mampu mengolah data hingga 51,2 GB/detik.

sumber : http://www.pojokhardware.com

Read More......

  © Blogger template 'LonelyTree' Ourblogtemplates.com edited by mbah13 2008

Back to TOP